Wednesday, June 10, 2009

Dua perkara yang utama..

"Ada dua perkara yang tidak mungkin diungguli keutamaannya oleh yang lain, iaitu: iman kepada Allah dan memberi manfaat kepada sesama muslim" - Hadis Rasulullah SAW

Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amal yang paling utama adalah menyenangkan hati orang mukmin dengan cara menghilangkan kelaparan & kesusahan atau melunaskan hutangnya. Ada dua perkara yang sangat kotor & keji, iaitu:
  1. Menyekutukan Allah
  2. Menimbulkan kemudharatan bagi kaum muslim
~ Sumber : Nashaihul Ibad (Nasihat-Nasihat Untuk Para Hamba) oleh Muhammad Nawawi al-Bantani

Monday, June 8, 2009

Surah Al-Baqarah: 155-157.

Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar: 

(Iaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: "Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali." 

Mereka itu ialah orang-orang yang dilimpahi dengan berbagai-bagai kebaikan dari Tuhan mereka serta rahmatNya; dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk hidayahNya.

-Surah Al-Baqarah: 155-157.

Friday, June 5, 2009

Rapuh.

Detik waktu terus berjalan
Berhias gelap dan terang
Suka dan duka tangis dan tawa
Tergores bagai lukisan

Seribu mimpi berjuta sepi
Hadir bagai teman sejati
Di antara lelahnya jiwa
Dalam resah dan air mata
Kupersembahkan kepada-Mu
Yang terindah dalam hidupku

Meskiku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepada-Mu
Namun cinta dalam jiwa
Hanyalah pada-Mu

Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintai-Mu
Dalam dada kuharap hanya
Diri-Mu yang bertahta

Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintai-Mu
Dalam dada kuharap hanya
Diri-Mu yang bertahta

Meskiku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepada-Mu
Namun cinta dalam jiwa
Hanyalah pada-Mu

Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintai-Mu
Dalam dada kuharap hanya
Diri-Mu yang bertahta

Meskiku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepada-Mu
Namun cinta dalam jiwa
Hanyalah pada-Mu

Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintai-Mu
Dalam dada kuharap hanya
Diri-Mu yang bertahta

Detik waktu terus berlalu
Semua berakhir pada-Mu

- a song by an Indonesian singer, Opick (whose name i've never ever heard of :P).

Monday, June 1, 2009

Adab Bercakap

Rasulullah S.A.W. bersabda,
“Janganlah bercakap melebihi dari zikrullah. Sesungguhnya dengan banyak bercakap akan mengeraskan hati dan bila hatinya telah keras maka ia akan menjadi semakin jauh dari Allah”.

01. Bercakaplah dengan nada yang jelas tanpa ada rasa keraguan dan jangan bercakap dengan nada yang samar-samar, sebagaimana dalam hadis Aisyah R.A.:
“Bahawasanya perkataan Rasulullah S.A.W. itu selalu jelas sehingga boleh difahami oleh semua yang mendengar.” (HR Abu Daud)

02. Jangan bercakap mengenai hal orang lain dan jangan memanggil seseorang dengan gelaran yang tidak menyenangkannya, berdasarkan Surah Al-Hujurat:11 dan juga hadis Nabi S.A.W :
“Jika seseorang menceritakan suatu hal padamu lalu ia pergi, maka ceritanya itu menjadi amanah bagimu untuk menjaganya.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi dan ia menghasankannya)

03. Jangan membuat fitnah dan menjauhi kata-kata keji, mencela, melaknat berdasarkan hadis Nabi S.A.W. :
“Bukanlah seorang mukmin jika suka mencela, melaknat dan berkata-kata keji.” (HR Tirmidzi dengan sanad sahih)

04. Semua percakapan mestilah membawa kebaikan, (Surah An-Nisa’:114 dan Surah Al-Mukminuun:3), dalam hadis Nabi S.A.W. menyebutkan :
“Barangsiapa yang beriman pada Allah dan pada hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari Muslim)

05. Seimbang dan menjauhi sikap berdolak-dalik, berdasarkan hadis Nabi S.A.W. :
“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di hari Kiamat ialah orang yang banyak bercakap dan bersikap sombong dalam bercakap.” Maka dikatakan: “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui erti ats-tsarsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna al-mutafayhiqun?” maka jawab Nabi S.A.W.: “Orang-orang yang sombong.” (HR Tirmidzi dan dihasankannya)

06. Mengulangi kata-kata penting jika diperlukan, dari Anas R.A. bahawa adalah Nabi S.A.W. jika bercakap maka baginda akan mengulanginya 3 kali sehingga semua yang mendengarkannya menjadi faham, dan apabila baginda mendatangi rumah seseorang maka baginda pun mengucapkan salam 3 kali. (HR Bukhari)

07. Menghindari banyak bercakap, kerana khuatir membosankan orang yang mendengar, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Wa’il :
“Adalah Ibnu Mas’ud R.A. senantiasa mengajari kami setiap hari khamis, maka berkata seorang lelaki: “Wahai Abu Abdurrahman (gelaran Ibnu Mas’ud)! Seandainya engkau mahu mengajari kami setiap hari?” Maka jawab Ibnu Mas’ud: “Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku memenuhi keinginanmu, hanya aku khuatir membosankan kalian, kerana aku pun pernah meminta yang demikian pada Nabi S.A.W. dan baginda menjawab khuatir membosankan kami.” (HR Muttafaq’alaih)

08. Menghindari mengucapkan yang batil, berdasarkan hadis Nabi S.A.W. :
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diredhai Allah yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh Allah SWT keredhaanNya bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka Allah SWT mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat.” (HR Tirmidzi dan ia berkata hadis hasan sahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)

09. Menjauhi perdebatan sengit, berdasarkan hadis Nabi S.A.W. :
“Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan hidayah untuk mereka, melainkan kerana terlalu banyak berdebat.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)
Dan dalam hadis lain disebutkan sabda Nabi S.A.W. :
“Aku jamin rumah di dasar syurga bagi orang yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah syurga bagi orang yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak syurga bagi yang baik akhlaknya.” (HR Abu Daud)

10. Menghindari banyak berkelakar, berdasarkan hadis Nabi S.A.W. :
“Sesungguhnya seburuk-buruk orang di sisi Allah SWT di hari Kiamat kelak ialah orang yang suka membuat manusia tertawa.” (HR Bukhari)

11. Menghindari dusta, berdasarkan hadis Nabi S.A.W. :
“Tanda-tanda munafik itu ada 3, jika ia bicara berdusta, jika ia berjanji mengingkari dan jika ia diberi amanah ia khianat.” (HR Bukhari)

12. Menghindari ghibah dan mengadu domba, berdasarkan hadis Nabi S.A.W. :
“Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR Muttaafaq’alaih)
13. Bercakaplah di depan dengan cara bertentangan mata dan jangan bercakap di belakang, ini ialah untuk mengelakkan timbulnya keraguan dan salah faham.

14. Jika seseorang sedang bercakap tentang sesuatu tajuk dan tajuk itu belum habis dibincangkan, maka janganlah mengutarakan tajuk baru atau memotong perbualannya itu.

15. Jika seseorang sedang makan, maka janganlah bercakap tentang sesuatu yang menjijikkan atau tentang sesuatu yang tidak disukai olehnya.

16. Jangan bercakap di depan orang yang sedang sakit tentang sesuatu yang mendukacitakan, sebaliknya ucapkanlah tentang sesuatu yang memberangsangkan.

17. Jangan sesekali meniru gaya percakapan atau telor orang yang jahil dalam agama.

18. Jangan bercakap secara berkumam mulut.

19. Jangan memanggil orang yang lebih tua dari kita dengan panggilan nama, seeloknya panggillah dengan nama yang memuliakan mereka.

20. Jangan bercakap tentang sesuatu perkara yang anda sendiri masih kurang pasti mengenainya.

source: http://amel036yippee.wordpress.com/2008/10/09/adab-bercakap/
 


Design by: Blogger XML Skins | Distributed by: Blogger Templates | Sponsored by Application Monitoring